Peta kekuatan politik SBY di DPR
Opsi A (Bailout (FPJP dan PMS) tidak bersalah)
Partai Demokrat: 148
PAN = 39
PKB= 25
Total: 212 suara
Opsi C (Bailout (FPJP dan PMS) bermasalah)
Partai Golkar: 104
PDIP= 90
PKS = 56
PPP= 32
PKB= 1
Gerindra: 25
Hanura: 17
Total: 325 suara
Selisih suara = 325 -212 = 113, ini adalah suara PKS =113/2 = 56,5
Kalo PKS mendukung SBY:
- Opsi A = 212 + 56 = 268
- Opsi C = 325 -56 = 269
Jadi kalo PKS mendukung SBY: Kurang lebih suara akan
BERIMBANG: 268 vs 269
Dari peta politik partai pendukung SBY ini jelas menunjukan kekuatan SBY di DPR TIDAK memadai dan memerlukan perubahan Koalisi agar KEKALAHAN ini tidak terulang dimasa depan...
Apakah ini planning SBY untuk mengalah di DPR pada case Century ?.
Karena kalo barusan OPSI A yg menang, MASA BISA NGAMUK BESOK karena menganggap FUNGSI DPR tidak berfungsi dan diperlukan DPR JALANAN...
Not Too Bad Yah.. kalo scenarionya BEGICHU...
Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts
Thursday, March 4, 2010
Saturday, December 19, 2009
Pansus Angket Minta Boediono dan Sri Mulyani Nonaktif
Jangan mikir terlalu jauh....
Sistem kita adalah presidensil, mentri diangkat dan diberhentikan oleh presiden dan bukan oleh DPR. Jadi mentri bertanggung jawab pada presiden dan bukan pada DPR.
Yg bisa menon aktifkan mentri adalah presiden. SBY adalah pemenang pemilu dan dia SUDAH dari dulu membentuk koalisi pelangi untuk menghadapi ancaman seperti ini di DPR dan MPR.
Jika Golkar keluar dari koalisi, SBY tinggal cari pengganti, suara Golkar di DPR kan kecil...
Dan Golkar belum tentu berani menjadi Oposisi seperti PDIP, karena resikonya terlalu berat. Banyak pejabat yg takut Golkar menjadi oposisi, masalahnya ini meresikokan jabatannya kalo perseteruan menjadi panas...
Pada sistem presidensil itu kedudukan presiden KUAT ampe akhir jabatannya berbeda dengan sistem parlementer...
Yg heboh kan dimedia dan di DPR, presiden sih tenang.. aman...
Sistem kita adalah presidensil, mentri diangkat dan diberhentikan oleh presiden dan bukan oleh DPR. Jadi mentri bertanggung jawab pada presiden dan bukan pada DPR.
Yg bisa menon aktifkan mentri adalah presiden. SBY adalah pemenang pemilu dan dia SUDAH dari dulu membentuk koalisi pelangi untuk menghadapi ancaman seperti ini di DPR dan MPR.
Jika Golkar keluar dari koalisi, SBY tinggal cari pengganti, suara Golkar di DPR kan kecil...
Dan Golkar belum tentu berani menjadi Oposisi seperti PDIP, karena resikonya terlalu berat. Banyak pejabat yg takut Golkar menjadi oposisi, masalahnya ini meresikokan jabatannya kalo perseteruan menjadi panas...
Pada sistem presidensil itu kedudukan presiden KUAT ampe akhir jabatannya berbeda dengan sistem parlementer...
Yg heboh kan dimedia dan di DPR, presiden sih tenang.. aman...
Subscribe to:
Posts (Atom)