Thursday, December 10, 2009

Sri Mulyani: Aburizal Bakrie Tidak Senang pada Saya (Tanggapan Embah)

Embah pikir, kalo Bank Century saat itu tidak ditolong oleh pemerintah, maka didalam benak deposan akan timbul kecurigaan bahwa bank lainpun TIDAK akan ditolong jika diRush...

Embah ingat saat itu, banyak deposan yg sudah was was apalagi batas yg dijamin cuman 200 juta. Ketika negara2 tetangga seperti Australia menaikan jaminan terpaksa pemerintah menaikan jaminan pinjaman menjadi 2 miliar agar deposan tidak menarik uangnya dari bank.

Dan hal itu mungkin yg membuat deposan yg 'NASIONALIS ?' seperti Sampoerna tetap menabung dibank Nasional, tapi dia berakhir SIAL.

Jika pemerintah tidak menjamin Bank Century, maka AKAN ada gelombang pemindahan uang keluar negri, karena memindahkan uang keluar negri sangat mudah, buat apa ambil resiko nyimpan uang di bank dalam negri kalo diluar negri dijamin.

Tinggal transfer keluar negri, ngapain pusing pusing saban hari karena takut engga dijamin.

Jadi yg dilakukan Sri Mulyani adalah benar secara Makro yaitu melindungi ekonomi Indonesia , dan terbukti keadaan ekonomi Indonesia JAUH lebih baik dibanding indikator ekonomi negara tetangga .

Nah kalo soal lainnya, biar dibahas DPR, TAPI kalo soal KEBIJAKAN EKONOMI, Sri Mulyani adalah JAMINAN MUTU...

Jadi disini ada isue:

- KEBIJAKAN EKONOMI dan
- Pelaksaan kebijakan.

Embah tidak meragukan kebijakan ekonomi Sri Mulyani, tapi soal Pelaksanaan kebijakan, biar dibicarakan secara terbuka di DPR.. biar transparan... gitu loh...

Masalah BOROK BC memang sudah lama, jauh hari dari sebelum krisis...

Laporan BPK tentang BOROK yg seabrek abrek ini sih SUDAH terlambat,Nasi udah jasi bubur borok...

BC harusnya sudah terjual kepada investor baru sebelum krisis datang tapi GAGAL.

Sri Mulyani HANYA punya dua pilihan pada saat GENTING GENTINGnya krisis SM:
- Melikwidasi atau Mengambil alih
Kedua duanya MENYAKITKAN dan MERUGIKAN, TAPI harus DIPUTUSKAN !!!

Dan saat itu diputuskan Mengambil alih, keputusan ini adalah LOGIS karena keadaan ekonomi sedang genting. Jika BC diambil alih pada keadaan ekonomi normal, maka keputusan ini GOBLOK dan CORRUPT.

Tambahan:

BC itu hasil merger dari 3 bank, salah satu bank tsb banyak main Surat Berharga.

Anda kan tahu, pada saat puncak krisis SM, surat2 berharga itu hampir tidak ada harganya lagi, banyaknya DEFAULT. Sebagai pembanding: BUMI saja dari 8000 tinggal 385. Tapi sesudah krisis lewat BUMI bisa ke 3000 lagi.

Komposisi Surat Berharga sangat besar dan sudah diperingatkan oleh BI.

Tapi seperti embah bilang: Nasi udah jadi bubur borok, jadi terserah DPR saja mau apa.

Tapi seorang pemimpin harus MEMUTUSKAN, dia tidak bisa memilih opsi DIAM. Keputusan Melikwidasi dan Mengambil alih , dua duanya keputusan JELEK, apapun yg dipilih akan BERAKHIR ke DPR karena urusan Borok2 tsb..


Note:

- Jika saat itu diputuskan Melikwidasi BC , laporan BPK isinya akan sama dengan keputusan Mengambil alih karena itu adalah akibat/konsekwensi BOROK LAMA yg tidak terselesaikan sampai akhir krisis SM datang.

No comments:

Post a Comment